Dua dasawarsa terakhir telah menjadi periode yang menarik bagi industri makanan dan minuman. Ada perubahan yang dapat diamati dari cara para pemilik bisnis memasarkan produk mereka, baik bisnis itu di sektor retail fast-moving consumer goods (FMCG), restoran atau katering. 

Contohnya, perkembangan produsen makanan kecil menengah sudah tidak lagi dihambat oleh persaingan retail. Restoran-restoran baru bisa mendapatkan paparan yang lebih jauh meski belum besar atau memiliki franchise. Layanan katering juga dapat menyajikan lebih banyak pelanggan dengan jangkauan yang lebih luas. Semua ini dimungkinkan berkat teknologi online.

Dalam artikel ini, kami akan membahas cara untuk memasarkan secara online, alias online marketing, untuk bisnis makanan dan minuman. Anda mungkin cenderung untuk mencoba mencocokan strategi marketing pada alat-alat online marketing, seperti search ads, social media, atau email marketing. 

Sebaliknya, mari kita memikirkan bagaimana alat-alat online marketing bisa membantu kita untuk memenuhi sebuah tujuan pemasaran.

Sebenarnya hanya ada satu
tujuan utama dalam marketing

 

Sebagai pemilik bisnis atau eksekutif pemasaran, Anda memang diberikan tugas untuk meningkatkan beberapa metrik dan KPI pemasaran. Namun di luar tugas mengoptimalisasi lalu lintas ke arah situs, tingkat likes dan share, dan juga click-through-rate, ada satu tujuan utama dalam marketing. Anda harus bisa membuat orang lain saling berbicara tentang merek dan bisnis Anda.

Online Marketing

Memang terdapat banyak taktik pemasaran, seperti mengikut serta dalam perbincangan online, mempublikasikan konten yang berkualitas, dan memilih kata kunci yang tepat untuk search ads. Namun, pada akhirnya yang membawa pelanggan kepada bisnis adalah word-of-mouth

Word-of-mouth adalah kumpulan bahasan orang-orang tentang merek bisnis Anda, yang berpotensi untuk membangun ketertarikan massa karena orang-orang saling mendengar rekomendasi dari jaringan sosialnya sendiri. 

Word-of-mouth terjadi dengan dua cara: 1) dari pelanggan (disebut juga sebagai referal), dan 2) content marketing. Kami tidak akan membahas referal dalam artikel ini karena ini berupa perlakuan pelanggan pada saat pasca-pembelian.

Content marketing sebaliknya adalah alat pemasaran yang menarik bahkan orang-orang awam ke dalam corong marketing.

Psikologi menjelaskan:

Mengapa manusia berbagi konten viral

 

Dalam dunia maya, jutaan konten diedarkan setiap hari. Namun seseorang mungkin tidak akan mengkonsumsi lebih dari seratus konten (artikel, postingan atau video) setiap hari. Bahkan persentase konten yang dibagikan, dari sekian jumlah tayangan konten untuk setiap orang, akan terlihat sangat sedikit.  

Jelas sekali bahwa word-of-mouth tidak bisa terjadi jika tidak ada seorang pun yang ingin menyebarkan konten Anda. Namun terkadang ada sejumlah konten yang sangat mudah tersebar, kita memberikan istilah ‘viral’ kepada konten sejenis ini. Mungkin Anda sekarang bertanya, haruskah Anda membuat konten viral untuk menjadi sukses dalam online marketing? Tentu tidak, tidak harus sedemikian viralnya yang tersebar ke seluruh dunia. 

 

Tujuan kita adalah membuat konten yang patut untuk dibagikan, dan ini tergantung pada beberapa ciri-ciri yang dimiliki semua konten viral.

Banyak ilmu dapat dipelajari dari buku berjudul Contagious: Why Things Catch On karya Jonah Berger. Dalam buku singkat dan padat ini, Jonah Berger, seorang profesor marketing di Wharton School, meneliti konten viral (dari iklan televisi hingga aksi publisitas) dalam dua dekade ke belakang.

pemasaran viral

Dia menemukan bahwa sebuah konten akan cenderung dibagikan jika ia memiliki setidaknya satu dari enam ciri-ciri berikut ini:

Konten menawarkan social currency.

Membagikan konten tersebut akan membuat pembagi terlihat bagus, terupdate, cermat, dan kualitas positif lainnya.

Merek yang disebut dalam konten mudah teringat oleh sebuah pemicu.

Apakah sebuah situasi atau objek dalam kehidupan target pasar membantu mengingatkan mereka tentang merek produk Anda?

Konten menimbulkan emosi yang kuat.

Emosi yang ditimbulkan, baik positif atau negatif, akan mendorong penonton untuk membagikan konten. Konten yang lucu atau menimbulkan kebahagiaan, rasa kasihan dan/atau kemarahan dapat dengan mudah tersebar. Sebagai contoh, coba amati iklan Google berjudul “Parisian Love” di Youtube.

Konten memperjelas bukti sosial (social proof).

Starbucks menjual tumbler yang mungkin tidak akan digunakan untuk membawa produk utama mereka yaitu kopi. Malah justru pengguna seperti siswa-siswa SMA mengisi tumbler Starbucks mereka dengan air putih. Namun strategi marketing ini berhasil untuk menarik perhatian umum. Tumbler ini menawarkan social currency dan menempatkan merek dalam lingkungan khusus seperti perpustakaan, kelas, atau kantor di mana orang-orang berkolaborasi, seperti kafe Starbucks pada umumnya.

Konten menawarkan solusi praktis.

Orang-orang cenderung membagikan konten yang berguna untuk membantu rekan-rekannya mempermudah kehidupan mereka. “Sharing is caring,” dalam arti lain, berbagi konten dan saling membantu akan membuat pembagi konten terlihat baik di depan umum (konten juga menawarkan social currency).

Pesan-pesan konten berbentuk narasi atau cerita.

Anda pasti sering membaca tentang bagaimana bercerita adalah salah satu strategi marketing yang ampuh. Ini bukan kebetulan, karena sebuah cerita memiliki daya tarik yang sangat tinggi bagi manusia.

Bagian berikut menunjukan beberapa contoh dimana enam prinsip di atas diterapkan dalam merek makanan dan minuman di Indonesia.

Rumah untuk sushi:

Social currency dan social proof dengan media sosial
pemasaran makanan

Sushi Hiro di Senopati, Jakarta, memiliki cara yang unik untuk menghidangkan menu Jepang yang klasik. Menu paket sushi yang berjudul “Hiro Bomb” disajikan dengan tangga miniatur, sekitar 30 cm panjangnya, dengan enam anak tangga yang menjadi tempat bagi salmon roll dan beef roll mereka. Selain itu, mereka juga menghidangkan dengan rumah miniatur bertingkat yang juga menjadi tempat bagi sushi roll spesial.  

Sushi Hiro memang menjadi salah satu yang pertama yang menghidangkan paket sushi sedemikian. Jika Anda melihat halaman profil mereka di Instagram, memang betul bahwa posting mereka tidak memiliki banyak komentar dan kurang dari 100 Likes. Jika hanya dilihat begitu saja, posting memang tidak terlihat sukses.

 

Namun merek Sushi Hiro dan cara penghidangannya sudah pernah viral sebelumnya. Lihat saja postingan para pelanggan yang sudah pernah ke sana. Sangat jarang jika seorang pengunjung tidak berfoto dan memposting produk Sushi Hiro dan membagikannya ke pengikut mereka. 

Alhasil, social currency terciptakan dan orang-orang ingin mengunjungi Sushi Hiro karena penasaran dengan trend ini. Postingan mereka juga menggunakan hashtag yang “bermerek” yaitu #StairwaytoHappiness. Ini salah satu contoh terbaik bagaimana restoran ini mendapatkan word-of-mouth.

online marketing

Sekaleng sarden untuk bekal anak sekolah:

Cerita berhumor yang menciptakan asosiasi baru.

 

Kebanyakan perusahaan retail makanan akan beriklan dengan aman; konten yang biasa saja yang menunjukan keunggulan produk mereka. Tahun lalu, Bantan melakukan sesuatu yang berbeda dalam pemasaran media sosial mereka.

bisnis makanan dan minuman

Sebuah posting menggambarkan anak sekolah yang dibekali satu kaleng sarden. Ini merupakan hal yang tidak lazim karena anak-anak lain tentunya membawa kotak bekal ke sekolah. Caption juga terlihat biasa saja, seakan-akan tidak ada hal yang tidak lazim. 

Kaleng sarden dibawa ke sekolah? Apakah ini sebuah lelucon? Inilah reaksi para netizen dalam ribuan komentar. Posting ini muncul di berbagai media online yang lain juga, dan tentunya word-of-mouth terbentuk.

Dua postingan setelah ini, posting baru menceritakan anak sekolah yang sama dengan temannya di ruang guru. Terlihat di foto ini ada tangan seorang guru yang tidak terlihat mukannya. “Si ibu guru ngomong apa nih ya waktu lihat kaleng Bantan? Terus, cara makan bekal sarden Bantan gimana dong?” tertulis dalam caption.
Postingan berikutnya menjawab pertanyaan: “sarden dari Bunda Bantan gampang dibuka dan siap makan!” Dari posting ini, pemirsa dididik bahwa kaleng sarden Bantan tidak perlu dimasak lagi karena sudah diproses sebelumnya.

pemasaran viral
pemasaran makanan

Sebelum iklan ini, orang-orang memikirkan bahwa produk makanan kaleng sarden perlu diolah lagi. Asosiasi kaleng sarden Bantan dengan kemudahan siap saji tercipta karena postingan di atas, dalam kata lain pemicu baru terciptakan. 

Ada satu hal lagi yang menarik. Mereka bisa saja menggambarkan seseorang yang berkemah, yang akan tertarik untuk menggunakan produk Bantan yang siap saji. Namun ini tidak konsisten dengan subjek konten yang menggambarkan target pasar mereka, yaitu ibu-ibu rumah tangga.

Konten yang menawarkan kemudahan dalam
konteks makanan dan minuman.

 

Jika Anda memikirkan sebuah konten yang praktis dalam konteks makanan dan minuman, yang muncul dalam pikiran mungkin sebuah video resep. Namun konten video resep cenderung tidak menjadi viral. Sebab, tidak semua orang suka membuat makanan dan minuman sendiri.

Lalu, konten yang paling banyak dibagi adalah yang menawarkan kemudahan, seperti review produk dan restoran. Seorang pengunjung restoran dapat membuat video yang menunjukan bagaimana suasana di restoran terlihat, dan memberi testimoni tentang layanan dan sajiannya. Ini membantu penonton lain yang tidak ingin ‘rugi’ mengunjungi restoran yang tidak dikenalinya.

Konten video tersebut lalu dengan mudahnya tersebar karena sangat berguna. Karena konten semacam ini mudah disebar, banyak sekali influencer yang membuat konten seperti ini. Ini juga cara mereka menghasilkan uang. Sebuah restoran dapat bekerjasama dengan seorang influencer untuk memberi testimoni, lalu ketika konten disebar, restoran tersebut akan mendapatkan paparan yang baik.

online marketing makanan

Menggunakan alat online marketing yang lain
untuk menciptakan word-of-mouth

online marketing tools

Sejauh ini kami lebih sering membahas social media marketing. Untuk menciptakan word-of-mouth dengan alat lain tentunya sangat memungkinkan. Jika restoran Anda memerlukan reservasi secara online, membangun sebuah website dengan desain yang baik dan fungsional akan sangat menguntungkan. Mengoptimalkan situs untuk mesin pencari (SEO atau search engine optimization) akan lebih mudah. 

Adapun cara untuk menarik pengunjung ke situs Anda. Anda perlu bekerja sama dengan food blogger untuk memberikan link yang mengarah ke situs Anda. Ini juga berarti Anda perlu membuat konten yang mudah dibagi dengan menggunakan enam prinsip yang sudah kami jelaskan.

Bermitra bersama
Island Media Management

 

Membuat konten yang mudah dibagi akan membutuhkan waktu, dan tidak semua konten Anda yang dipublikasikan akan menjadi ‘viral’. Pada hari biasa, konten yang aman namun menarik masih diperlukan untuk operasi online marketing sehari-hari.

Anda ingin mempublikasi konten yang konsisten secara otomatis? Kami dapat membantu Anda dalam mengerjakan online marketing sehari-hari. Island Media Management adalah agen pemasaran digital di Bali dan Jakarta. 

Kami bukan hanya agen branding. Kami melakukan segalanya mulai dari website development, social media management, dan iklan online (Google Ads, Facebook Ads, dan lain-lain). Tim kami akan semangat membantu Anda dalam setiap langkah, untuk meningkatkan citra bisnis Anda dalam dunia online.

About the author

Gio

Gio

Gio is a creative writer with a technical background in food science. His strong research skills and a keen sense of communication style blend well to craft compelling content. His personal blog covers topics about lifestyle, food, and finance. 

Related Post

Post on Oktober 16, 2020
Branding bukanlah konsep kuno yang kehilangan pentingnya dalam budaya “growth hacking” saat ini.  Memang sih...
Post on Oktober 9, 2020
Apakah Anda punya waktu 5 menit? Dalam artikel ini, kami akan membahas dengan ringkas beberapa...
Post on Agustus 31, 2020
Saat mengelola iklan Pay-Per-Click (PPC) seperti Google Ads, idenya adalah untuk mencapai tujuan kampanye dengan...